Tips Draft Pick AOV agar Tim Tidak Auto Kalah Sejak Awal - Halo Sobat Foroermua! Banyak pertandingan AOV sebenarnya sudah “setengah kalah” bahkan sebelum game dimulai. Bukan karena skill pemain, tetapi karena draft pick yang buruk. Komposisi tim yang salah bisa membuat permainan terasa mustahil, meski eksekusi individu cukup baik.
Artikel ini membahas cara berpikir yang benar saat draft pick AOV, kesalahan fatal yang sering terjadi, dan prinsip sederhana agar tim tidak langsung berada di posisi kalah sejak awal permainan.
Kesalahpahaman Umum tentang Draft Pick
Kesalahan paling mendasar adalah menganggap draft hanya soal:
- Siapa hero paling kuat
- Siapa hero paling sering menang
- Siapa hero favorit
Padahal, draft adalah soal keseimbangan fungsi, bukan popularitas hero. Hero kuat sekalipun bisa menjadi beban jika tidak cocok dengan komposisi tim.
1. Prioritaskan Struktur Tim, Bukan Hero Individu
Tim AOV yang sehat minimal memiliki:
- Frontliner (tank atau warrior)
- Damage jarak jauh (marksman atau mage)
- Sumber crowd control
- Kemampuan membuka atau membalas team fight
Kesalahan umum:
- Tim penuh damage tapi tidak ada yang membuka war
- Tim tanky tapi kekurangan damage
- Semua hero ingin farming
Sebelum memikirkan hero spesifik, pastikan peran-peran ini terisi.
2. Jangan Terjebak Meta Tanpa Konteks
Hero meta memang kuat, tapi:
- Tidak semua meta cocok di semua tim
- Hero meta tanpa support yang tepat bisa tidak efektif
Contoh:
- Marksman kuat tanpa peel akan mudah mati
- Assassin meta tanpa CC pendukung sulit eksekusi
Meta harus dibaca sebagai alat, bukan kewajiban.
3. Perhatikan Sinergi, Bukan Sekadar Counter
Banyak pemain terlalu fokus pada:
- Meng-counter satu hero lawan
Akibatnya, mereka mengabaikan:
- Sinergi antar hero tim sendiri
Tim dengan sinergi baik sering mengalahkan tim dengan banyak counter tapi tidak punya pola main jelas.
Pertanyaan yang lebih penting:
- Apakah hero ini bekerja baik dengan timku?
- Apakah gaya mainnya selaras?
4. Jangan Mengorbankan Early atau Late Game Secara Ekstrem
Draft yang baik menjaga kurva kekuatan seimbang.
Kesalahan ekstrem:
- Tim terlalu kuat early tapi tidak punya late game
- Tim full late game tapi tidak bisa bertahan awal
Draft ideal:
- Punya alat bertahan early
- Tetap relevan di mid
- Memiliki win condition jelas di late game
5. Perhatikan Kebutuhan Vision dan Map Control
Vision sering diabaikan dalam draft.
Tim tanpa:
- Hero vision
- Hero zoning
- Hero scout area
akan kesulitan:
- Ambil objektif
- Menghindari pick-off
- Mengatur tempo permainan
Support dan warrior dengan kemampuan kontrol area sangat krusial.
6. Hindari Draft Terlalu Egois
Contoh draft egois:
- Tiga hero farming-heavy
- Semua ingin jadi core
- Tidak ada yang mau support
Masalahnya bukan skill, tapi kompetisi sumber daya. Gold dan jungle terbatas, dan draft seperti ini hampir pasti membuat satu atau dua hero tertinggal.
7. Sesuaikan Draft dengan Kondisi Solo Rank
Draft ideal di turnamen berbeda dengan solo rank.
Di solo rank:
- Komunikasi terbatas
- Eksekusi tidak selalu rapi
- Koordinasi sering gagal
Karena itu, draft yang:
- Terlalu kompleks
- Bergantung kombo presisi
- Butuh timing sempurna
lebih berisiko gagal.
8. Pahami Win Condition Sejak Draft
Tim harus tahu:
- Menang lewat apa?
- Team fight, split push, atau scaling?
Jika win condition tidak jelas, tim akan:
- War tanpa tujuan
- Salah ambil keputusan
- Kehilangan momentum
Draft yang baik selalu punya rencana menang, bukan sekadar hero kuat.
Kesimpulan
Draft pick AOV bukan tentang siapa yang paling jago atau siapa yang paling meta, tetapi tentang membangun tim yang bisa berfungsi sebagai satu kesatuan. Banyak kekalahan terjadi bukan karena eksekusi buruk, melainkan karena draft yang sejak awal sudah timpang.
Dengan memahami struktur tim, sinergi, tempo permainan, dan win condition sejak fase draft, peluang menang meningkat bahkan sebelum game dimulai.
Draft yang baik tidak menjamin kemenangan, tetapi draft yang buruk hampir selalu menjamin kekalahan.
